Kebaikan yang Tak Terduga

Teman saya sedang antre untuk membayar belanjaannya ketika pria di depannya berbalik dan memberinya kupon potongan harga sebesar £10 (sekitar Rp190.000). Karena kurang tidur, teman saya itu tiba-tiba menangis karena kebaikan pria itu; lalu mulai menertawakan dirinya sendiri karena tangisan tadi. Kebaikan yang tak terduga itu sungguh menyentuh hatinya dan memberinya pengharapan di tengah kelelahan yang dialaminya. Ia bersyukur untuk kebaikan Tuhan yang diteruskan kepadanya lewat orang lain.
Tema tentang memberi merupakan salah satu tema yang disinggung Paulus dalam suratnya kepada jemaat non-Yahudi di Efesus. Dia memanggil mereka untuk meninggalkan kehidupan lama dan menerapkan kehidupan yang baru, dengan mengatakan bahwa mereka sudah diselamatkan oleh kasih karunia. Ia menjelaskan bahwa dari kasih karunia keselamatan itu mengalirlah keinginan kita untuk “melakukan pekerjaan baik,” karena kita telah diciptakan menurut gambar Allah dan merupakan “buatan” tangan-Nya (2:10). Seperti pria di supermarket tadi, kita dapat menyebarkan kasih Allah melalui perilaku kita sehari-hari.
Tentu saja, membagikan anugerah Allah tidak perlu dengan memberikan materi; kita dapat menunjukkan kasih-Nya lewat banyak tindakan lainnya. Kita dapat meluangkan waktu untuk mendengarkan seseorang yang berbicara dengan kita. Kita dapat menanyakan kabar seseorang yang telah melayani kita. Kita dapat berhenti sejenak untuk membantu seseorang yang membutuhkan. Sewaktu kita memberi kepada sesama, kita akan menerima sukacita sebagai balasannya (Kis. 20:35).


Thursday January 01, 1970