Mengenal Lebih Jauh ‘3 Srikandi’ Dalam The Night Comes For Us!

Film The Night Comes For Us yang dirilis pada 19 oktober lalu melalui layanan streaming netflix , menuai banyak tanggapan positif dari berbagai penikmat film. Film ini menjadi surganya para pecinta film action yang menghadirkan beladiri dan ‘banyak darah’ didalamnya. Apalagi, para pemain yang terlibat dalam film ini adalah aktor yang sudah diakui oleh perfilman internasional, seperti Iko Uwais, Joe Taslim, Sunny Pang, dan Jullie Estelle, sampai aktor-aktor professional yang sudah banyak membintangi film dalam dunia perfilman Indonesia, seperti Abimana Arya, Zack Lee, Dian Sastro, Hannah Al-Rashid, Dimas Anggara, dan masih banyak lagi.
Tak heran, film ini mendapat banyak pujian, termasuk dari sang kreator Deadpool, Robert Liefeld. Dalam cuitan di akun twitternya, dia memuji sang sutradara, Timo Tjahjanto yang berhasil dalam mengarahkan film ini. Well, jika kita melihat dari sisi action-nya, tentu pertarungan antara Ito (Joe Taslim) & Arian (Iko Uwais) adalah yang paling mencolok di film ini, karena selain durasi fighting mereka yang paling lama, mereka juga merupakan koreografer dari segala action scene di fllm ini, ditambah, ini merupakan kali pertama mereka beradu akting kembali setelah film The Raid (2011). Namun, dibalik pertarungan antara Ito dan Arian, ada pertarungan yang bisa dibilang cukup Underated nih geeks!, yaitu pertarungan antara The Operator (Jullie Estelle) melawan Alma (Dian Sastro), dan Elena (Hannah Al-Rasyid). Padahal, pertarungan ketiga wanita cantik ini sangatlah berkelas jika dinilai dari segala aspek. Namun, kurangnya penjelasan karakter menjadi nilai minus dalam karakter ketiganya. Namun jangan risau geeks, Greenscene telah mencoba merangkum untuk menjelaskan ketiga karakter ini, cek penjelasannya!


Thursday January 01, 1970

ALMA


Thursday January 01, 1970

Karakter ini diperankan oleh aktris yang sudah malang melintang dalam dunia perfilman Indonesia, Dian Sastrowardoyo. Jika dilihat dari namanya, karakter ini memiliki nama yang sangat khas Indonesia. Namun, jika dilihat dari perspektif karakter dalam filmnya, karakter ini berasal dari China. Hal itu dibuktikan dengan semua dialog yang Dian utarakan semuanya berbahasa China, dan tidak ada bahasa Indonesia satu patah katapun yang ia utarakan dalam karakternya. Jika kalian bertanya mengapa bisa Six Seas (sebutan anggota geng dalam film ini) merekrut penjahat dari China? Jawabannya adalah hal ini dikarenakan sang bos Chien Wu (Sunny Pang) memiliki berbagai koneksi di berbagai belahan dunia. Jika kalian ingat ada adegan saat Arian berada di tempat hiburan di China, mungkin itu semua memiliki koneksi mengapa Six Seas bisa memiliki pembunuh wanita yang berasal dari China geeks, namun karena masalah durasi, mungkin saja hal itu menjadi kurang diceritakan dalam film ini.


Thursday January 01, 1970

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Karakter ini menjadi lebih menonjol karena memiliki sifat yang riang, serta menggunakan senjata yang unik dan jarang digunakan dalam dunia perfilman, yaitu semacam tali khusus yang dapat memotong benda padat. Tercatat, ini adalah pertama kalinya Dian Sastro membintangi film action, meskipun pernah menjadi cameo di film Gangster. Dalam debutnya di film action, Dian Sastro tak kalah menjulang penampilannya dibanding film romance dan drama yang sering ia mainkan, ia pun berlatih selama berbulan bulan bersama Uwais team demi perannya dalam film ini.
 

ELENA

Berbeda dengan Alma, Elena bersifat lebih dingin dan tidak banyak bicara, namun memiliki insting membunuh yang lebih kuat ketimbang Alma. Dengan penampilan rambutnya yang berwarna pirang, serta dialog yang ia bicarakan menggunakan bahasa Perancis, sudah dapat dipastikan Elena adalah anggota Six Seas yang berasal dari Prancis. Namun kembali ke pertanyaan umum mengapa bisa? Jawabannya juga sama seperti Alma, karena sang bos Six Seas Chien Wu (Sunny Pang), memiliki koneksi dengan berbagai gangster di berbagai belahan dunia, namun, kembali lagi, faktor durasi menjadikan karakter ini juga kurang terkespos latar belakangnya.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Karakter ini memiliki senjata sepasang pisau yang memiliki bentuk khusus agar dapat membunuh musuh hanya dengan satu tebasan/tusukan. Diperankan oleh Hannah Al-Rashid, dimana ia ditantang oleh sang sutradara untuk mengubah gaya rambutnya dengan gaya Undercut yang membuat rambutnya menjadi rontok. Namun, totalitasnya terbayar penuh saat penampilannya dalam film ini menuai respon positif. Pengalaman perannya dalam film pendek ‘Samurai Silat’ , serta dalam film Buffalo Boys, menjadi bekal kecilnya untuk film ini. Hal itu ditambah dengan latihan kerasnya bersama Dian Sastro dan Uwais Team selama berbulan bulan demi film ini.

THE OPERATOR

Karakter ini ialah karakter yang paling misterius geeks, mengapa?. Bisa kita lihat dia ikut andil dalam beberapa pertempuran namun sampai akhir film tidak begitu dijelaskan siapa sebenarnya karakter ini. Disini ada 2 kemungkinan geeks, yang pertama ia adalah agen mata mata polisi yang bertugas untuk mengawasi segala gerak gerik penjahat kelas kakap. Dikalahkannya Ito melalui pertarungan one on one memperkuat karakternya sebagai agen khusus geeks. Ditambah, dia juga mengalahkan Alma dan Elena seorang diri, yang mana ia juga fasih dalam berbicara berbagai bahasa saat berdialog dengan 2 karakter tadi. Senjata senjata yang ia gunakan pun bukan sembarang senjata yang bisa didapatkan, namun senjata yang khusus dimiliki oleh pihak instansi tertentu. Dalam dialognya, ia mengatakan kepada Ito bahwa ia ingin menyelesaikan misinya. Beberapa hal tadi memperkuat dirinya adalah seorang agen polisi. Kemungkinan kedua ialah seorang penjahat yang berbeda geng. Karena, dirinya yang lebih suka bekerja sendiri ketimbang bekerja sama layaknya polisi, serta penyelesaian misinya yang kurang begitu jelas mendapat perintah dari siapa, yang menjadikan kemungkinan bahwa ia juga seorang penjahat.
Well, kemisteriusan karakter ini malah membuat pengamat film, Kieran Fisher dari filmschoolrejects.com mengatakan bahwa karakter inilah satu satunya yang cocok untuk memiliki film spinn off-nya, karena kemisteruisannyalah yang mendorong Kieran mengatakan demikian. Karakter ini diperankan oleh aktris cantik nan berbakat, Jullie Estelle yang tidak usah diragukan lagi kemampuan beraktingnya, apalagi kesuksesannya dalam membintangi 2 film action sebelum film ini, yaitu dalam The Raid 2 sebagai Hammer Girl, dan dalam Headshot sebagai Rika, menuai banyak pujian karena akting bertarungnya yang dapat dibilang sebagai ‘ratu action film indonesia di masa depan’. Berbeda dengan Hannah dan Dian yang baru bergabung dengan Uwais team, Jullie Estelle telah lebih dulu bergabung bersama Iko Uwais dkk, tepatnya tahun 2013 lalu sebelum memulai syuting untuk film The Raid 2. Latihannya yang saat itu memakan waktu 6 bulan, dan mulai berkembang sampai film ini, terbayar lunas dengan adegan action yang ia bawakan, serta mendapat banyak pujian.
BACA JUGA: Avengers 4 Tampilkan Tony Stark Kembali Ke Timeline Loki?
Nah bagaimana geeks? Mungkin penjelasan diatas dapat sedikit menjawab pertanyaan kamu mengenai 3 karakter tadi ya geeks. Mereka mungkin hanya sebagai karakter sampingan, namun mereka jugalah yang membuat film The Night Comes For Us menjadi lebih berwarna. Satu lagi, Apakah menurut kalian The Operator harus memiliki spinn off-nya sendiri? Tuangkan jawaban kamu di kolom komentar ya geeks!
The post Mengenal Lebih Jauh ‘3 Srikandi’ Dalam The Night Comes For Us! appeared first on Greenscene.